Berteman dan Bertalenta (Refleksi Negeri 5 Menara)
- Felicia Tiffany Hertada
- Nov 30, 2022
- 3 min read
Refleksi 5 Negeri Lima Menara:
Rendang Kapau- Kilas 70
268-324

Walaupun pondok madani sangat fokus dalam pendidikan anak-anaknya, namun pertemanan dalam kehidupan pesantren mereka juga sangat erat. Bisa kita lihat dari pertemanan sahibul Menara dan bahkan di luar lingkup mereka, seperti satu asrama ataupun sekolah dan juga dengan guru. Dalam bab rendang kapau, kebersamaan tanpa paksaan dan berawal dari rasa serta kepedulian yang sama sangat diperlihatkan. Makanan yang mereka dapatkan selalu dibagi bersama dan dinikmati dalam canda tawa. Keunikan lainnya yaitu ketika Alif dan teman-temannya terlihat berbagi kopi dari satu ember yang sama. Kesederhanaan dan pengalaman yang tidak dapat ditemui di sekolah lainnya. Persahabatan mereka juga semakin terlihat dari curhatan atau sesi bercerita yang mereka adakan bersama sembari menikmati waktu luang.
Pada bab-bab ini diceritakan adanya ujian kembali yang membuka adanya pertandingan sepak bola Final madani. Sebelum itu, hal lain yang membuat saya kagum adalah deskripsi mengenai ujian yang sangat detail. Semua istilah-istilah Islamis dideskripsikan secara jelas walau di beberapa bagian memang tidak dijelaskan kembali. Namun hal ini sudah sangat membantu pembaca yang kurang memahami agar tetap dapat terhanyut dalam kisah-kisah Alief.
Cerita kemudian mengalami perpindahan waktu yang cukup jauh. Pembaca diajak untuk langsung melompat ke tahun-tahun terakhir Alif di pondok madani. Alur maju menjadi peralihan, yaitu pada masa sekarang dalam novel negeri lima Menara di dalam penerbangan di atas samudera atlantik. Lompatnya alur cerita ini mungkin akan membuat jengkel dan kesal beberapa pembaca. Seperti bagaimana diceritakan tahun pertama yang sangat penuh kejutan dan cerita unik. Namun tiba-tiba saja penulis tidak menjelaskan tahun-tahun pertengahan masa sekolah mereka, seakan tak ada cerita yang menarik di sana.
Semakin terlihat jelas tentang banyaknya kisah-kisah menggugah rasa penasaran di akhir-akhir atau ketika Alif dan teman-teman berada di kelas 5-6. Namun, memang alur terasa sangat lambat di awal dan detail sehingga hal ini dapat menjelaskan secara rinci terhadap pembaca apa saja perubahan besar yang dirasakan para tokoh. Ada keuntungannya namun juga membuat beberapa pembaca penasaran serta kesal.
Kisah yang langsung maju pada kelas enam menunjukkan adanya organisasi yang tetap berjalan di pondok madani. Apa yang dibutuhkan para siswa dalam menempuh pendidikan terlihat tetap terdukung di pondok madani. Semakin dewasa maka semakin bijaksana dan berhati-hati dalam bertindak. Selain mau dipimpin, kita juga harus siap memimpin. Berbagai talenta dan ilmu yang telah dikuasai siswa setelah menuntut ilmu di pondok madani kini juga harus dapat membantu siswa lain berkembang. Salah satu caranya yaitu memberikan jabatan ketua atau pengurus organisasi kepada adik kelasnya. Kini sahibul Menara merasakannya dan belajar banyak dari pengalaman-pengalaman itu.
Salah satu contohnya yaitu dari pengalaman Alief di kilas 70. Sungguh pengalaman di luar pelajaran sekolah yang membantu Alief untuk berkembang, Dalam kegiatan organisasi Alief yang mungkin sekarang bisa kita sebut seperti jurnalistik, Alief dapat merasakan perkembangan minat bakatnya dalam menjadi wartawan. Ia dapat mencoba rasanya menjadi wartawan dan bekerja layaknya wartawan asli dalam acara sekolahnya yang terkenal hingga mengundang kepala negara.
Berbicara mengenai hal ini, pondok madani memang merupakan sekolah yang sangat unik. Kedatangan orang-orang penting dan banyaknya acara-acara penting di sekolahnya seakan adalah hal biasa yang terjadi. Secara tidak langsung bab-bab akhir sangat memperlihatkan betapa luasnya sekolah pondok madani ini. Dimulai dari deskripsi latar, sistem keamanan, hingga adanya redaksi yang diperlukan dalam lingkup sekolah memperlihatkan luasnya kehidupan di pondok madani yang saya rasa tidak terlalu diperlihatkan di awal bab. Adanya deskripsi yang lebih detail juga memperlihatkan perkembangan yang ada dalam diri Alif dan teman-temannya karena lingkup pengaruh mereka pun juga ikut diperluas di sini.

Comments